Pengembangan Masyarakat
A. Latar Belakang dan Pengertian
Model intervensi pengembangan masyarakat (community development), Brokensha dan Hodge (1969: h.25-45) menyatakan bahwa akar munculnya model intervensi pengembangan masyarakat mempunyai sejarah yang panjang dan terkait dengan disiplin Ilmu Pendidikan (education) dan Bidang Pekerjaan Sosial (social work). Istilah pengembangan masyarakat diadopsi pada tahun 1948 untuk menggantikan istilah ‘pendidikan massa (mass education).
Pada tahun 1925, kantor pemerintah colonial (the colonial office) mengeluarkan suatu memoranda dimana salah satu tujuan yang dicanangkan adalah untuk meningkatkan masyarakat secara utuh (to promote the advancement of community as a whole). Mereka mendefinisikan pengembangan masyarakat sebagai: “Suatu gerakan yang dirancang untuk meningkatkan taraf hidup keseluruhan komunitas melalui partisipasi aktif, dan jika memungkinkan, berdasarkan insiatif masyarakat….. Hal ini meliputi berbagai kegiatan pembangunan di tingkat distrik, baik dilakukan oleh pemerintah ataupun lembaga-lembaga non-pemerintah…
Pengembangan masyarakat adalah suatu gerakan yang dirancang guna
meningkatkan taraf hidup keseluruhan masyarakat melalui partisipasi
aktif dan inisiatif dari masyarakat.
“Community development is a
movement designed to promote better living for the whole community with
the active participation and on the initiative of the community”
(Brokensha dan Hodge 1969, h.35).
Pengembangan masyarakat harus dilakukan melalui gerakan yang kooperatif dan harus berhubungan dengan bentuk pemerintahan lokal terdekat (Colonial Office 1954: appendix D, h.49 dalam Brokensha dan Hdge, 1969: h.34) “A movement designed to promote better living for the whole community with the active participation, and, if possible, on the initiative of the community…. It includes the whole range of development activities in the district whether these are undertaken by government or unofficial bodies….
Pengembangan masyarakat adalah suatu gerakan yang dirancang guna meningkatkan taraf hidup keseluruhan masyarakat melalui partisipasi aktif dan inisiatif dari masyarakat.
“Community development is a movement designed to promote better living for the whole community with the active participation and on the initiative of the community” (Brokensha dan Hodge 1969, h.35).
Di Amerika Serikat, akar dari pengembangan masyarakat, menurut Brokensha dan Hodhe (1969:h.36) bersumber dari disiplin pendidikan, terutama perluasan pendidikan di tingkat pedesaan.
Dunham meyakini bahwa pengembangan masyarakat dan pengorganisasian masyarakat adalah dua konsep yang berbeda. Ia berpikir bahwa ‘pengembangan masyarakat’ lebih memfokuskan diri pada pengembangan kehidupan ekonomi, prasarana jalan, bangunan dam pendidikan, disamping bidang kesehatan dan kesejahteraan dalam arti sempit. Pengorganisasian (kesejahteraan) masyarakat lebih memfokuskan diri pada penyesuaian antara kebutuhan dan sumber daya yang terkait dengan kesejahteraan sosial di perkotaan, propinsi dan Negara, seperti pula pada wilayah pedesaan.
Dunham (1958) mendefinisikan pengembangan masyarakat sebagai “berbagai upaya yang terorganisir yang dilakukan guna meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat, terutama melalui usaha yang kooperaitf dan mengembangkan kemandirian dari masyarakat pedesaan, tetapi hal tersebut dilakukan dengan bantuanj teknis dari pemerintah ataupun lembaga-lembaga sukarela” (“organized efforts to improve the conditions of community life, primarily through the enlistment of self-help and cooperative effort from the villagers, but with technical assistance from government or voluntary organizations”)
Prinsip-prinsip tersebut adalah:
1. Kesatuan kehidupan masyarakat
2. Pendekatan antar tim
3. Community worker
4. Pola budaya
5. Kemandirian
Pengorganisasian masyarakat di Amerika Serikat tahun 1960-an seringkali digunakan untuk menggambarkan suatu proses yang menekankan pada pendekatan-pendekatan yang non-direktif, dimana adanya keinginan masyarakat untuk mengatasi masalah yang ada, mengorganisir sumber daya yang ada dan memilih solusi mana yang akan digunakan, dan juga menekankan adanya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut (“community organization in the USA is frequently used to describe a process where the emphasis is upon non-directive approaches, the insistence that members of a community shall work through their own problems, decide on solutions and organize their resources, the notion of participation to the fore.”)
Pada negara ‘maju” (developed countries), pengembangan masyarakat tidak terlalu difokuskan pada penyediaan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi lebih diarahkan pada mengembangkan proses demokrasi yang ada, dan mengembangkan konklusi logis dari masalah-masalah yang ada. Tujuan utama pergerakan adalah pengembangan ‘harga diri’ (dignity) dan kepuasan berpartisipasi. Pada sisi lain, pada berbagai Negara berkembang, focus perhatian dari pengembangan masyarakat lebih diarahkan pada peningkatan kesehatan masyarakat, peningkatan kondisi ekonomi komunitas, pembuatan fasilitas infrastruktur, membangun fasilitas rumah untuk kelompok ‘miskin’, mengembangkan pendidikan dasar, menengah dan kejuruan, serta menyiapkan lapangan kerja.
Di Indonesia, istilah ‘pembangunan masyarakat’ (pembangunan = development, masyarakat = community) digunakan untuk menggambarkan pembangunan bangsa secara keseluruhan. Sedangkan dalam arti yang ‘sempit’ istilah pengembangan masyarakat di Indonesia sering dipadankan dengan ‘pembangunan masyarakat desa’ dengan mempertimbangkan desa dan kelurahan berada pada tingkatan yang setara, sehingga pengembangan masyarakat (desa) kemudian menjadi setara dengan konsep ‘pengembangan masyarakat lokal’ (locality development) yang dikemukakan oleh Rothman dan Tropman.
Sabtu, 26 Mei 2012
Jumat, 25 Mei 2012
Persyaratan Masuk Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial RI
Sekilas Tentang Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung
Terletak di Jl.Ir.H.Juanda
No.367 Bandung,
Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah Kementerian Sosial Republik Indonesia yang menyelenggarakan program pendidikan Diploma IV Pekerjaan Sosial dan Program Pascasarjana Spesialis Pekerjaan Sosial.
Didirikan pada 1 September 1964 oleh Kementrian Sosial Republik Indonesia sebagai peningkatan dari Kursus Kejuruan Sosial Tingkat Tinggi (KKST) dan berjangka waktu pendidikan selama 2 (dua) tahun, yang sebelumnya berbentuk Kursus Dasar Sosial A (KDSA) yang didirikan tahun 1957 dan berjangka waktu pendidikan selama 1 (satu) tahun.
Kemudian pada tahun 1970, STKS Bandung hanya menyelenggarakan pendidikan Profesional Pekerjaan Sosial Tingkat Sarjana Muda. Pada tahun 1971 Program Pendidikan STKS ditingkatkan dengan dibukanya program sarjana (S1). Dengan adanya ketentuan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang dihapuskannya program sarjana muda, maka sejak tahun 1985 selain jenjang pendidikan S1, STKS juga menyelenggarakan program pendidikan jenjang Diploma III, kemudian jenjang pendidikan program Diploma IV dimulai sejak tahun akademik 1989/1990.
Pada tanggal 18 Januari 2001 status STKS sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan dikukuhkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 2001. Adapun Organisasi dan Tata Kerja STKS Bandung dikukuhkan dengan Keputusan Menteri Sosial RI Nomor: 24 PEG-HUK/2002, dan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor: 51/HUK/2006 tentang Statuta STKS Bandung.
Sampai tahun 2011, jumlah lulusan STKS sebanyak 11.067 orang, terdiri atas lulusan program pendidikan KDSA, KKST, Sarjana Muda, Diploma III, Sarjana (S1) dan Diploma IV, serta Pascasarjana (S2). Alumni STKS Bandung tersebar di berbagai instansi pemerintah (kemensos RI, Kemendagri RI, KemenkeS RI, Kemendiknas RI, Kepolisian, TNI, dll.) pemerintah daerah, swasta maupun lembaga-lembaga internasional (UNICEF, UNDP, Save The Children, Plan International, dll.).
Persyaratan Bagi Calon Mahasiswa Program Pendidikan Diploma-IV Pekerjaan Sosial:
A. Lulusan SLTA(SMA)
B. Sarjana Muda / Diploma III Pekerjaan Sosial / Kesejahteraan Sosial.
C. Mengisi formulir pendaftaran dengan melampirkan:
1. Fotocopy ijazah/STTB yang telah disyahkan sebanyak 1 (satu) lembar.
2. Fotocopy SK pertama dan terakhir yang telah disyahkan, bagi PNS/CPNS.
3. Surat izin:
- Surat izin/rekomendasi dari Atasan/Pimpinan (untuk Tugas Belajar
- Surat izin/rekomendasi dari LSM/ORSOS (untuk Ijin Belajar)
- Surat izin suami/istri bagi yang sudah berkeluarga (melampirkan fotocopy surat nikah)
4. Pas foto terbaru dengan latar warna MERAH,
- Ukuran 2x3 sebanyak 2 (dua) lembar.
- Ukuran 3x4 sebanyak 2 (dua) lembar.
5. Surat keterangan sehat dari dokter / rumah sakit pemerintah.
Bukti Pembayaran Pendaftaran Ujian Masuk Rp. 200.000,-
Melalui Bank BNI Cabang UNPAD Bandung
Atas Nama : Bendahara Penerimaan STKS Bandung
No. Rekening : 0120074883
Langganan:
Komentar (Atom)